Categories

Flickr Photogallery

Subscribe Newsletter

subscribe with FeedBurner

Cerita Rakyat Papua Barat (Dongeng Papua)

  • September 23, 2020 at 9:26 am
Cerita Rakyat

Cerita Rakyat Tema dari posting narasi orang minggu ini merupakan Narasi Orang Papua Barat (Dongeng Papua). Bila pada postingan tadinya kita telah menceritakan narasi orang dari papua yang menceritakan asal muasal dari tutur Pulau Irian hingga pada cerita kali ini kita menceritakan mengenai warga Papua pada zaman dulu kala. Telah penasaran dengan narasi orang nusantara ini. Ayo kita ikuti bersama-sama

Narasi Cerita Rakyat Papua Barat (Dongeng Papua) Cerita Batu Keramat

Tersebutlah di suatu gunung yang terletak di wilayah Wawuti, Yapen Timur. Gunung Kamboi Rama namanya. Masyarakat yang bercokol di dekat gunung itu kerap terkumpul serta melangsungkan acara adat di gunung itu.

cerita rakyat Di gunung Kamboi Rama itu bermukim Dewa Iriwonawai. Dewa Iriwonawai memiliki suatu tifa fantastis yang diberi julukan Soworoi ataupun Sokirei. Bila tifa fantastis itu dibunyikan, banyak orang hendak lekas berdatangan serta terkumpul. Cuma banyak orang berumur yang memiliki daya abnormal saja yang bisa memandang tifa fantastis Soworai, walaupun banyak orang berupaya melihatnya.

Dewa Iriwonawai memiliki suatu desa bernama Aroempi. Awal, banyak tumbuhan bertam berkembang di desa itu. Tetapi, tanaman-tanaman bertam itu lalu menurun jumlahnya sampai kesimpulannya habis tidak tertinggal. Dewa Iriwonawai jadi marah. Sebab khawatir dengan amarah Dewa Iriwonawai, orang juga beralih tempat ke tepi laut yang setelah itu tempat itu dikenal Randuayaivi.

Di desa Aroempi bermukim Dewa Iriwonawai bersama istrinya serta sejodoh suami istri berna ma Irimiami serta Isoray. Syandan pada sesuatu hari Isoray bernazar menjemur diri. Beliau bersandar di atas suatu batu. Batu yang diduduki Isoray tiba- tiba menghasilkan asap panas. Isoray yang merasa kehangatan segara bangun dari duduknya. Apa yang dirasakannya lalu diceritakannya pada Irimiami. Irimiami kemudian berupaya bersandar di atas batu itu. Beliau pula merasakan kehangatan. Beliau mengalami uap panas mengepul pergi dari batu itu sehabis mempelajari.

Mitos Isoray Menggosok Bambu Diatas Batu

pelangiqq Cerita Rakyat Irimiami sejenak merenung. Terkenang beliau pada daging rusa simpanannya. Beliau amat penasaran, apa jadinya bila daging rusa itu diletakkan di atas batu itu? Irimiami kemudian mengutip daging rusa serta meletakkannya di atas batu. Dilihatnya daging itu jadi mengering serta kala dicicipinya, rasa daging itu jadi lezat. Isoray pula membenarkan, daging rusa itu lebih lezat sehabis diletakkan di atas batu panas. Hingga, semenjak dikala itu Irimiami serta Isoray tetap menaruh santapan di atas batu panas itu saat sebelum menyantapnya.

Pada sesuatu hari Irimiami serta Isoray menggosok- gosokkan bambu di atas batu panas. Bambu itu langsung putus serta dampak gosokan itu memunculkan suatu yang bercorak kemerah- merahan. Cerita Rakyat Rasanya panas kala suatu bercorak kemerah- merahan itu terserang kulit tangan suami istri itu. Suami istri itu lalu mengakulasi rumput serta daun kering serta meletakkannya di atas batu panas. Sebagian dikala setelah itu suami istri itu memandang asap putih bergumpal- gumpal timbul dari gundukan rumput serta dedaunan kering. Irimiami serta Isoray juga siuman, batu itu bukan acak batu. Keduanya menyangka batu itu batu bertuah serta mereka memujanya.

Kala mentari bercahaya amat, Irimiami serta Isoray menaruh rumput, daun kering, serta ranting- ranting bambu di atas batu bertuah. Keduanya menunggu apa yang hendak terjalin pada barang-barang yang mereka Ietakkan di atas batu bertuah. Keduanya amat kaget kala mengalami suatu yang menyala bercorak merah jelas. Suatu itu terasa amat panas kala suami istri itu berupaya memegangnya. Keduanya jadi kekhawatiran kala suatu itu meningkat besar sampai tumpukkan rumput, dedaunan kering, serta pula ranting- ranting bambu jadi kehitaman terserang jilatannya.

Cerita Rakyat Irimiami serta Isoray yang kekhawatiran lekas berharap pada Dewa Iriwonawai supaya mematikan suatu bercorak kemerah-merahan yang terasa amat panas itu. Dewa Iriwonawai memperbolehkan permohonan mereka.

Mengakulasi Rerumputan Kering

Cerita Rakyat Keesokan harinya Irimiami serta Isoray mengakulasi rerumputan kering, dedaunan kering, serta pula gigolo kering dalam jumlah yang banyak. Suami istri itu menaruh seluruhnya di atas batu bertuah. Tidak berapa lama suatu yang bercorak merah jelas nampak menyala. Bertambah lama bertambah membengkak nyalanya. Asapnya mengepul tebal di pucuk Gunung Kamboi Rama. Tifa Soworai juga bersuara. Lalu bersuara tifa itu sepanjang 6 hari. Warga yang bermukim di Randuayaivi kesimpulannya berdatangan ke pucuk Gunung Kamboi Rama. Mereka mau memandang tifa fantastis kepunyaan Dewa Iriwonawai itu.

Irimiami serta Isoray menyongsong kehadiran warga Cerita Rakyat Randuayaivi dengan bagus. Suami istri itu lalu menggambarkan pengalaman mereka sehubungan dengan terdapatnya batu bertuah. Masyarakat Randuayaivi terkesima mengikuti penuturan suami istri itu. Mereka pula keheranan kala merasakan daging yang tadinya diletakkan di atas batu bertuah. Daging itu jadi Iebih enak. Bermacam santapan yang lain terasa lebih enak sehabis diletakkan di atas batu bertuah.

Temuan batu bertuah itu ditindaklanjuti dengan acara adat. Warga Randuayaivi juga berdatangan ke pucuk Gunung Kamboi Rama seraya bawa materi-materi santapan, semacam bertam, keladi, serta pula daging yang mereka punya. Mereka setelah itu terkumpul sehabis menaruh materi santapan yang mereka membawa di atas batu bertuah. Pucuk Gunung Kamboi Rama nampak jelas benderang. Acara adat itu berjalan sepanjang 3 hari.

Narasi Orang Papua Barat (Dongeng Papua) Galagasi Yang Sabar

Cerita Rakyat Seekor galagasi bermukim di suatu tumbuhan yang terdapat di pinggiran hutan si galagasi membuat suatu sarangnya yang dibuat dari jala yang lengket ia membuat rumahnya dengan amat hati-hati serta penuh akurasi dengan adem alhasil rumahnya itu nampak amat bagus terlebih kala mentari keluar, sinarnya yang menerpa petarangan galagasi itu membuat pantulan- pantulan sinar alhasil nampak petarangan galagasi itu dipadati dengan corak. Motif itu membuat para serangga tiba mendatangi petarangan galagasi sebab para serangga suka dengan suatu yang bercorak mengkilap. Tiap hari si galagasi menunggu serangga tiba ke jaringnya dengan adem walaupun jaring galagasi itu senantiasa cacat di libas oleh fauna besar semacam kukila yang melintas tetapi si galagasi senantiasa membuat balik petarangan itu dengan penuh akurasi.

Telah 3 minggu si si galagasi tidak makan tetapi ia senantiasa adem menunggu serangga kecil yang terjebak di jaringnya, sampai pada sesuatu hari seekor rama- rama melambung melewati jaringnya itu tetapi si rama- rama itu tidak terperangkap, saat ini si galagasi wajib menunggu lagi serangga yang terperangkap di jaringnya.

Sebagian hari setelah itu seekor capung melambung mencari santapan ia memandang suatu yang mengkilap serta menhampirinya, kemudian ia mengecek barang itu serta berupaya buat meraihnya sebab rasa penasarannya badan si capung melekat di jaring galagasi itu, mendadak si capung meronta- ronta menggerakan badannya supaya badannya bebas dari lengketnya jaring itu perihal itu membuat fibrasi pada jaring galagasi, galagasi yang sudah menunggu bulan- bulanan demikian lama saat ini merasa senang, sebentar si galagasi menyuntikan racunnya pada si capung setelah itu capung itu langsung pingsan, si galagasi menghasilkan jaringnya serta memutar- mutar badan si capung buat ia balut kemudian sehabis ia balut.