Archive by category "Uncategorized"

Contoh Fenomena Sosial Di Masyarakat Dalam Keseharian

  • September 23, 2020 at 9:45 am
Fenomena Sosial

Fenomena sosial merupakan peristiwa- peristiwa yang terjadi di dalam definisi warga dan bisa diamati serta dikaji dalam ilmu sosial. Kejadian sosial terjalin dampak banyak macam yang ada di area sosial, spesialnya perkotaan, yang mempunyai kerangka balik yang berbeda- beda.

Ragam perbedaan tersebut antara lain agama, faktor kultur, ekonomi, serta lain serupanya. Oleh sebab seperti itu ulasan lebih lanjut pada postingan ini ilustrasi kejadian sosial yang terdapat di warga.

Fenomena Sosial

Pengertian kejadian sosial merupakan tanda- tanda ataupun insiden yang terjalin serta dicermati dalam kehidupan sosial. Kejadian sosial bisa dirtikan bagaikan pertanda sosial. Kejadian sosial bisa terjalin dipengaruhi oleh sebagian wujud pergantian sosial.

Adapun faktor- faktor penyebab terjadinya fenomena sosial:

  1. Ekonomi, Kejadian ekonomi terjalin dalam wujud kejadian kepadatan masyarakat, banyaknya beragam jenis pengangguran, dan kemiskinan.
  2. Adat, Kejadian dalam arti adat ialah kejadian yang terjalin dampak antagonisme antara 2 adat yang silih beradu.
  3. Area alam, Kejadian area yang berhubungan dengan sosial merupakan berbentuk musibah alam ataupun penyakit.
  4. Intelektual, Kejadian intelektual yang lazim terjalin dalam warga merupakan berbentuk kendala jiwa bagaikan dampak dari kekalahan dari tipe interaksi sosial dalam warga.

Baca Juga : Cerita Rakyat Papua Barat Dongeng Papua

Contoh Fenomena Sosial

Ada pula buat beraneka ragam ilustrasi kejadian sosial yang terjalin di warga dalam kehidupan tiap hari, antara lain merupakan bagaikan selanjutnya:

1. Mudik

Mudik ialah salah satu kejadian sosial yang cuma dipunyai di negeri Indonesia. Kejadian ini terjalin tiap satu tahun sekali dikala hari raya Idul Fitri. Mudik ialah kejadian dimana banyak orang yang bermukim di kota hendak kembali ke desa tamannya buat bersama- sama memperingati Idul Fitri bersama dengan keluarga.

2. Kriminalitas

Kejahatan terjalin nyaris banyak di banyak kota- kota besar di memberi negeri. Penafsiran kejahatan ialah kejadian sosial yang bertabiat minus serta melanggar norma yang terdapat. Kejahatan bisa berbentuk perampokan, pembantaian, penculikan serta pemerkosaan.

3. Kepadatan Penduduk

Kepadatan masyarakat terjalin dampak kurang terprogramnya laju berkembang masyarakat serta terfokus pada satu area saja.

4. Kenakalan Remaja

Beraneka ragam ilustrasi kenakalan anak muda ialah aksi yang kerap kali melanggar norma yang legal dalam warga. Kenakalan anak muda bisa berbentuk aksi yang memunculkan kehilangan untuk diri sendiri ataupun warga dekat.

Kenakalan anak muda terjalin sebab bermacam aspek, natara lain darurat bukti diri, pengaturan diri yang kurang kokoh, minimnya atensi keluarga, serta lain- lain.

5. Kerusuhan Massa

Kerusuhan massa merupakan fenomena sosial yang berbentuk aksi keluhan yang dicoba oleh segerombol orang di tempat biasa. Kekacauan diakibatkan oleh kurang terkontrolnya situasi serta suasana kelakuan massa. Akhirnya, kelakuan yang berasal rukun berakhir pada kekacauan yang bisa menimbulkan kehancuran sarana apalagi sampai kehabisan nyawa.

6. Aksi Solidaritas

Kejadian sosial yang lain terpaut dengan bermacam tipe kelakuan kebersamaan terjalin sebab terdapatnya rasa perhatian kepada sesama, serta bersama- sama memadukan niat serta keinginan buat menolong warga yang lagi ditimpa bencana.

Misalnya saja dalam perihal ini semacam terdapatnya dorongan warga Indonesia kala terdapatnya musibah alam yang mengenai sesuatu area.

7. Kemiskinan

Kekurangan merupakan sesuatu perbandingan kondisi ekonomi warga yang didetetapkan oleh bertumbuhnya nilai- nilai sosial terkini hendak kepemilikan barang- barang yang berharga ekonomi. Kekurangan ini jadi bagian dari ilustrasi fenomana sosial yang terdapat di warga, karena nyaris tiap harinya informasi terpaut kekurangan kita temui.

8. Disorganisasi Keluarga

Disorganisasi keluarga merupakan salah satu wujud kejadian sosial yang diisyarati dengan terdapatnya kekerasan dalam rumah tangga, pertengkaran, serta pula perpisahan. Tidak tidak sering dampak terbentuknya maksud disorganisasi ini keluarga tidak dapat melaksanakan fungsi- fungsinya dengan bagus.

9. Kejahatan

Penafsiran kesalahan ialah sikap yang amat berlawanan dengan angka serta norma yang legal di warga. Kesalahan bisa mudarat diri sendiri ataupun warga di area sosial. Supaya kesalahan bisa dilindungi keadaanya, hingga dibuatlah ketentuan supaya warga bisa patuh ketentuan.

10. Korupsi

Penafsiran penggelapan ialah wujud aksi sosial yang digolongkan amat mudarat banyak orang. Dengan terdapatnya kejadian penggelapan menghasilkan bermacam akibat dipunyai. Misalnya saja pembangunan di sesuatu wilayah jadi tertahan dampak anggaran pembangunan yang diselewengkan.

11. Prostitusi

Kejadian pelacuran merpakan kejadian yang gempar terjalin pada dikala ini. Pelacuran ialah praktek perdagangan orang yang bermaksud buat dijadikan bagaikan budak seks. Perihal ini bisa terjalin dampak ketdakberdayaan warga dalam penuhi keinginan ekonomi serta tututan zaman.

12. Kebodohan

Kebegoan bisa mencuat dampak kurang teukanya pandangan seorang kepada sesuatu perihal. Kebegoan pula bisa terjalin sebab minimnya atensi berlatih maupu membaca pada orang apalagi tidak tidak sering dampak kebegoan menghasilkan sesuatu negeri hadapi kesenjangan sosial.

13. Memikul Royong

Royong ialah kejadian yang kerap ditemui di negeri Indonesia. Royong ialah cara interaksi sosial yang bertabiat asosiatif, dimana pada cara itu bisa memadukan semua bagian warga tanpa memandang kerangka balik adat serta agama buat menggapai satu tujuan ialah kebersamaan.

14. Pelanggaran Peraturan

Pelanggaran peraturan ialah kejadian sosial yang kerap terjalin di rutinitas warga. Mayoritas warga memperhitungkan, terdapatnya peraturan cuma buat dilanggar. Pola pikir itu muncul dampak seringnya warga melanggar ketentuan itu tanpa mengindahkan ganjaran yang hendak diterima.

15. Gelandangan Dan Anak Jalanan

Gelandangan dan anak jalanan ialah salah satu bagian kejadian sosial yang kerap ditemui di kota- kota besar. Perihal itu muncul dampak terdapatnya kesenjangan sosial dan kesenjangan yang terjalin dalam warga alhasil terciptalah kehadiran ekonomi yang berlainan.

16. Salah Sasaran Bantuan Pemerintah

Akhir- akhir ini terdapat salah satu kejadian sosial yang lumayan menarik atensi, spesialnya di Indonesia. Dimana banyak sekali kita jumpai salah target pemberian batuan pada warga, apalagi kala Tahun 2020 Indonesia ditimpa terdapatnya Covid 19 target yang berikanpun sedang hadapi kasus yang menyebabkan kecemburuan sosial dengan cara global.

17. Investasi Bodong

Wujud yang lain yang bisa kita temui dalam salah satu tipe kejadian sosial di warga terdapatnya tipe pemodalan bodong yang gempar muncul kala kemajuan teknologi hadapi perkembangan yang signifikat. Pemodalan ini dapat celus dari sistem rezim sebab beliau melaksanakan penyebaran data lewat daya internet serta alat sosial.

Demikianlah uraian hal ilustrasi kejadian sosial di warga. Mudah-mudahan dengan terdapatnya catatan ini dapat menaikkan pengetahuan, pula menaikkan wawasan untuk seberinda pembaca yang lagi memahami dan mencari rujukan hal‘ kejadian sosial’. Dapat kasih. 

Cerita Rakyat Papua Barat (Dongeng Papua)

  • September 23, 2020 at 9:26 am
Cerita Rakyat

Cerita Rakyat Tema dari posting narasi orang minggu ini merupakan Narasi Orang Papua Barat (Dongeng Papua). Bila pada postingan tadinya kita telah menceritakan narasi orang dari papua yang menceritakan asal muasal dari tutur Pulau Irian hingga pada cerita kali ini kita menceritakan mengenai warga Papua pada zaman dulu kala. Telah penasaran dengan narasi orang nusantara ini. Ayo kita ikuti bersama-sama

Narasi Cerita Rakyat Papua Barat (Dongeng Papua) Cerita Batu Keramat

Tersebutlah di suatu gunung yang terletak di wilayah Wawuti, Yapen Timur. Gunung Kamboi Rama namanya. Masyarakat yang bercokol di dekat gunung itu kerap terkumpul serta melangsungkan acara adat di gunung itu.

cerita rakyat Di gunung Kamboi Rama itu bermukim Dewa Iriwonawai. Dewa Iriwonawai memiliki suatu tifa fantastis yang diberi julukan Soworoi ataupun Sokirei. Bila tifa fantastis itu dibunyikan, banyak orang hendak lekas berdatangan serta terkumpul. Cuma banyak orang berumur yang memiliki daya abnormal saja yang bisa memandang tifa fantastis Soworai, walaupun banyak orang berupaya melihatnya.

Dewa Iriwonawai memiliki suatu desa bernama Aroempi. Awal, banyak tumbuhan bertam berkembang di desa itu. Tetapi, tanaman-tanaman bertam itu lalu menurun jumlahnya sampai kesimpulannya habis tidak tertinggal. Dewa Iriwonawai jadi marah. Sebab khawatir dengan amarah Dewa Iriwonawai, orang juga beralih tempat ke tepi laut yang setelah itu tempat itu dikenal Randuayaivi.

Di desa Aroempi bermukim Dewa Iriwonawai bersama istrinya serta sejodoh suami istri berna ma Irimiami serta Isoray. Syandan pada sesuatu hari Isoray bernazar menjemur diri. Beliau bersandar di atas suatu batu. Batu yang diduduki Isoray tiba- tiba menghasilkan asap panas. Isoray yang merasa kehangatan segara bangun dari duduknya. Apa yang dirasakannya lalu diceritakannya pada Irimiami. Irimiami kemudian berupaya bersandar di atas batu itu. Beliau pula merasakan kehangatan. Beliau mengalami uap panas mengepul pergi dari batu itu sehabis mempelajari.

Mitos Isoray Menggosok Bambu Diatas Batu

pelangiqq Cerita Rakyat Irimiami sejenak merenung. Terkenang beliau pada daging rusa simpanannya. Beliau amat penasaran, apa jadinya bila daging rusa itu diletakkan di atas batu itu? Irimiami kemudian mengutip daging rusa serta meletakkannya di atas batu. Dilihatnya daging itu jadi mengering serta kala dicicipinya, rasa daging itu jadi lezat. Isoray pula membenarkan, daging rusa itu lebih lezat sehabis diletakkan di atas batu panas. Hingga, semenjak dikala itu Irimiami serta Isoray tetap menaruh santapan di atas batu panas itu saat sebelum menyantapnya.

Pada sesuatu hari Irimiami serta Isoray menggosok- gosokkan bambu di atas batu panas. Bambu itu langsung putus serta dampak gosokan itu memunculkan suatu yang bercorak kemerah- merahan. Cerita Rakyat Rasanya panas kala suatu bercorak kemerah- merahan itu terserang kulit tangan suami istri itu. Suami istri itu lalu mengakulasi rumput serta daun kering serta meletakkannya di atas batu panas. Sebagian dikala setelah itu suami istri itu memandang asap putih bergumpal- gumpal timbul dari gundukan rumput serta dedaunan kering. Irimiami serta Isoray juga siuman, batu itu bukan acak batu. Keduanya menyangka batu itu batu bertuah serta mereka memujanya.

Kala mentari bercahaya amat, Irimiami serta Isoray menaruh rumput, daun kering, serta ranting- ranting bambu di atas batu bertuah. Keduanya menunggu apa yang hendak terjalin pada barang-barang yang mereka Ietakkan di atas batu bertuah. Keduanya amat kaget kala mengalami suatu yang menyala bercorak merah jelas. Suatu itu terasa amat panas kala suami istri itu berupaya memegangnya. Keduanya jadi kekhawatiran kala suatu itu meningkat besar sampai tumpukkan rumput, dedaunan kering, serta pula ranting- ranting bambu jadi kehitaman terserang jilatannya.

Cerita Rakyat Irimiami serta Isoray yang kekhawatiran lekas berharap pada Dewa Iriwonawai supaya mematikan suatu bercorak kemerah-merahan yang terasa amat panas itu. Dewa Iriwonawai memperbolehkan permohonan mereka.

Mengakulasi Rerumputan Kering

Cerita Rakyat Keesokan harinya Irimiami serta Isoray mengakulasi rerumputan kering, dedaunan kering, serta pula gigolo kering dalam jumlah yang banyak. Suami istri itu menaruh seluruhnya di atas batu bertuah. Tidak berapa lama suatu yang bercorak merah jelas nampak menyala. Bertambah lama bertambah membengkak nyalanya. Asapnya mengepul tebal di pucuk Gunung Kamboi Rama. Tifa Soworai juga bersuara. Lalu bersuara tifa itu sepanjang 6 hari. Warga yang bermukim di Randuayaivi kesimpulannya berdatangan ke pucuk Gunung Kamboi Rama. Mereka mau memandang tifa fantastis kepunyaan Dewa Iriwonawai itu.

Irimiami serta Isoray menyongsong kehadiran warga Cerita Rakyat Randuayaivi dengan bagus. Suami istri itu lalu menggambarkan pengalaman mereka sehubungan dengan terdapatnya batu bertuah. Masyarakat Randuayaivi terkesima mengikuti penuturan suami istri itu. Mereka pula keheranan kala merasakan daging yang tadinya diletakkan di atas batu bertuah. Daging itu jadi Iebih enak. Bermacam santapan yang lain terasa lebih enak sehabis diletakkan di atas batu bertuah.

Temuan batu bertuah itu ditindaklanjuti dengan acara adat. Warga Randuayaivi juga berdatangan ke pucuk Gunung Kamboi Rama seraya bawa materi-materi santapan, semacam bertam, keladi, serta pula daging yang mereka punya. Mereka setelah itu terkumpul sehabis menaruh materi santapan yang mereka membawa di atas batu bertuah. Pucuk Gunung Kamboi Rama nampak jelas benderang. Acara adat itu berjalan sepanjang 3 hari.

Narasi Orang Papua Barat (Dongeng Papua) Galagasi Yang Sabar

Cerita Rakyat Seekor galagasi bermukim di suatu tumbuhan yang terdapat di pinggiran hutan si galagasi membuat suatu sarangnya yang dibuat dari jala yang lengket ia membuat rumahnya dengan amat hati-hati serta penuh akurasi dengan adem alhasil rumahnya itu nampak amat bagus terlebih kala mentari keluar, sinarnya yang menerpa petarangan galagasi itu membuat pantulan- pantulan sinar alhasil nampak petarangan galagasi itu dipadati dengan corak. Motif itu membuat para serangga tiba mendatangi petarangan galagasi sebab para serangga suka dengan suatu yang bercorak mengkilap. Tiap hari si galagasi menunggu serangga tiba ke jaringnya dengan adem walaupun jaring galagasi itu senantiasa cacat di libas oleh fauna besar semacam kukila yang melintas tetapi si galagasi senantiasa membuat balik petarangan itu dengan penuh akurasi.

Telah 3 minggu si si galagasi tidak makan tetapi ia senantiasa adem menunggu serangga kecil yang terjebak di jaringnya, sampai pada sesuatu hari seekor rama- rama melambung melewati jaringnya itu tetapi si rama- rama itu tidak terperangkap, saat ini si galagasi wajib menunggu lagi serangga yang terperangkap di jaringnya.

Sebagian hari setelah itu seekor capung melambung mencari santapan ia memandang suatu yang mengkilap serta menhampirinya, kemudian ia mengecek barang itu serta berupaya buat meraihnya sebab rasa penasarannya badan si capung melekat di jaring galagasi itu, mendadak si capung meronta- ronta menggerakan badannya supaya badannya bebas dari lengketnya jaring itu perihal itu membuat fibrasi pada jaring galagasi, galagasi yang sudah menunggu bulan- bulanan demikian lama saat ini merasa senang, sebentar si galagasi menyuntikan racunnya pada si capung setelah itu capung itu langsung pingsan, si galagasi menghasilkan jaringnya serta memutar- mutar badan si capung buat ia balut kemudian sehabis ia balut.

Serba Serbi Perilaku Dan Persepsi Masyarakat Indonesia

  • September 23, 2020 at 9:14 am
Masyarakat

Masyarakat Isu terkini dan menggemparkan selalu mendapatkan perhatian publik dengan beragam reaksi persepsi dan tingkah lakunya. Termasuk dengan isu wabah virus corona atau Covid- 19 ini. Pada dini tahun 2020 ini bumi diguncang dengan wabah virus corona. Ataupun Covid- 19 yang menginfeksi hampir seluruh negara di dunia. Semenjak Januari 2020, WHO telah menyatakan dunia masuk ke dalam darurat global terkait virus ini.

Ini merupakan fenomena luar biasa yang terjadi di bumi pada abad ke 21, yang skalanya mungkin dapat disamakan dengan Perang Dunia II. Hal ini bisa dilihat dari event-event skala besar, seperti pertandingan-pertandingan olahraga internasional hampir seluruhnya ditunda bahkan dibatalkan. Kondisi ini pernah terjadi hanya pada saat terjadi perang bumi saja. Tidak sempat terdapat suasana lainnya yang dapat membatalkan acara- acara tersebut.

Khusus di Indonesia sendiri Pemerintah telah mengeluarkan status darurat bencana. Terhitung mulai tanggal 29 Februari 2020 hingga 29 Mei 2020 terkait pandemi virus Covid- 19 ini dengan jumlah waktu 91 hari. Langkah- langkah telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus luar biasa ini, salah satunya adalah dengan mensosialisasikan gerakan Social Distancing. Konsep ini menjelaskan bahwa untuk dapat mengurangi bahkan memutus mata rantai infeksi Covid- 19.

Seseorang harus menjaga jarak aman dengan manusia lainnya minimal 2. Dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain, serta menghindari pertemuan massal. Tetapi banyak masyarakat yang tidak menyikapi hal ini dengan baik. Seperti contohnya pemerintah sudah meliburkan para siswa dan mahasiswa untuk tidak berkuliah atau bersekolah ataupun memberlakukan bekerja dari rumah.

Kondisi Yang Dimanfaatkan Masyarakat Untuk Berlibur

Namun kondisi ini malah dimanfaatkan oleh banyak masyarakat untuk berlibur. Selain itu, walaupun Indonesia sudah dalam keadaan darurat masih saja akan dilaksanakan tabliqh akbar. Dimana akan berkumpul ribuan orang di satu tempat. Yang jelas bisa jadi mediator terbaik bagi penyebaran virus corona dalam skala yang jauh lebih besar. Selain itu masih banyak juga masyarakat Indonesia yang menganggap enteng virus ini, dengan tidak mengindahkan himbauan- himbauan pemerintah.

Yang harus dipikirkan dan disadari bersama sekarang ini adalah resiko tingkat mortalitas (kematian) akibat hadirnya faktor- faktor penghambat penanganan wabah ini. Salah satu faktor yang dapat memperlambat, bahkan memperburuk penanganan persebaran Covid- 19 adalah anakronisme perspektif yang beredar besar di masyarakat. Yang dimaksud anakronisme perspektif di sini adalah cara pandang yang kurang tepat dalam menyikapi dan merespons persebaran virus ini. Yang pada gilirannya turut menghambat penanganan pandemi Covid- 19 ini.

Di antara sekian banyak anakronisme perspektif yang beredar di masyarakat, sekurangnya ada 2 contoh yang paling mencolok. Pertama, anakronisme sosial- budaya. Sebagaimana dimaklumi, masyarakat kita dicirikan oleh budaya komunitarian-komunalistik (baca suka ngumpul- ngumpul, bergerombol) dalam sebuah unit sosial yang saling berjejaring. Masyarakat kita dikenal memiliki ikatan sosiologis yang kuat melalui pola hidup gotong- royong sebagai bentuk kepedulian dan empati sosial kita kepada sesama. Ikatan sosiologis tersebut seringkali dimanifestasikan melalui sentuhan fisik seperti bersalaman, berpelukan, cium pipi, dan semacamnya.

Pengabaian Terhadap Norma-Norma Sosial

Menghentikan, setidaknya untuk sementara waktu saja manifestasi. Komunitarian tersebut demi mencegah persebaran Covid- 19 tentu saja bukan persoalan mudah bagi masyarakat kita. Tentu saja ada perasaan ganjil, kikuk, serta tidak lazim ketika harus mengabaikan“ ritual sosial” sebagaimana umumnya. Pasti ada sesuatu yang hilang ketika masyarakat kita dipaksa menanggalkan kebiasaan sosial tersebut. Sebab terdapat kontradiksi kognitif antara nalar kesehatan seperti menjaga jarak sosial (social distancing) dengan nalar komunitarian tersebut, yaitu kebiasaan bersosialisasi.

Pengabaian terhadap norma- norma sosial di atas tentu saja dapat menimbulkan gangguan sosial-budaya karena norma-norma tersebut telanjur membentuk gugusan kebermaknaan eksistensial di kalangan masyarakat kita. Dari sinilah sebagian masyarakat kita cenderung mengacuhkan protokol medis pencegahan Covid- 19 sebagaimana dikeluarkan oleh lembaga- lembaga otoritatif. Bagi sebagian mereka, protokol medis dimaknai sebagai upaya mereduksi kebermaknaan sosial yang telah menancap kuat di masyarakat.

Anakronisme kedua adalah konstruksi pemahaman keagamaan masyarakat kita yang berlawanan dengan protokol pencegahan Covid- 19. Melalui beragam media sosial, kita disuguhi berbagai macam narasi keagamaan yang mengacuhkan, mereduksi, bahkan melawan protokol medis pencegahan Covid- 19. Diantara narasi keagamaan yang cukup populer di masyarakat adalah menyangkut teologi kematian sebagai hak prerogatif Tuhan, pandemi Covid- 19 sebagai adzab( hukuman) Tuhan atas dosa- dosa manusia, tidak perlu takut kepada siapapun termasuk kepada Covid- 19, kecuali hanya kepada Tuhan. Social distancing merupakan strategi mendangkalkan kepercayaan, serta berikutnya. Sementara itu jika kita bisa berpikir lebih bijak, memang kematian hak prerogatif Tuhan, ajal sudah ditakdirkan oleh- Nya, tetapi untuk menyikapi pandemi Covid- 19 ini, kita sebagai manusia juga harus berusaha agar tidak terjangkit virus Covid- 19 ini dengan tetap menjaga kesehatan sesuai protokol medis pencegahan Covid- 19.

Tindakan Untuk Penanggulangan

Jika dibiarkan, dua contoh anakronisme perspektif di atas menjadi penghambat penanganan persebaran pandemi Covid- 19 yang pergerakannya semakin liar, masif, dan eksponensial. Wajar saja jika tingkat mortalitas akibat persebaran virus ini di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara (8, 46%) akibat kengototan sikap-sikap non- ilmiah tersebut. Sikap semacam ini telanjur menciptakan zona nyaman bagi mereka yang tidak terbiasa dengan pola hidup disiplin dan taat-asas (compliance), dua syarat utama untuk mempercepat penanganan Covid- 19.

Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah kerendahhatian dari seluruh elemen masyarakat untuk menyerahkan penanganan pandemi Covid- 19 kepada pihak- pihak yang memiliki otoritas terkait seperti WHO, Kemenkes dan Pemerintah (via Satgas Pencegahan Covid- 19). Selebihnya, lembaga- lembaga non- otoritatif harus tahu diri untuk tidak mengintervensi lembaga- lembaga otoritatif dan memperburuk situasi. Ada sebuah ungkapan populer, jika Anda tidak bisa membantu menyelesaikan masalah maka jangan menjadi bagian dari masalah tersebut. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tidak membebani negara dalam penanganan Covid- 19. Sekali lagi, jika tidak bisa menjadi solusi, hingga kita jangan menjadi bagian dari persoalan itu sendiri. Mari bersama- sama kita berpikir pintar. Bersikap bijak dan menyelaraskan persepsi untuk mendukung langkah Pemerintah dalam menghadapi dan menangani Covid- 19 ini.